Duduk berpeluk lutut, sepi
Kening tunduk menekuk
Siap bergulung-guling terkapar
Mata tak lagi sanggup beralih
Menghunus yang tak berdosa
Tertatih-tatih berpeluk anyir
Mendekap, merengkuh segala upaya
Agar tetap utuh, berserpih-serpih
Berdenyut, memaksa bertahan
Nyeri bernyanyi menghibur hancur
Sepi. Lagi
Cahaya redup membaur
Tersaruk di jalan hampa
Titik cahaya semu datang
Sempurna pada fatamorgana
Berkabut mata, mati
Dua keremangan kembali
Api kecil menuntun jiwa
Pergi lari mengejar api
Kau di sana tersenyum
Memamerkan sosokmu yang menawan
Kau tarik dekapan lenganku
Kau tatap jiwa yang remuk
Kau peluk lebih erat
Napas tersengal, jiwa menjerit
Kembalilah, aku tak layak
Lengan ini akan hancur
Seiring jiwa yang remuk
Aku akan pergi mengejar api
Tidak ada komentar:
Posting Komentar