Label

Senin, 09 Mei 2011

Air.?

Dingin, basah, jernih, suci
Bulir bening turun meluncur
Saat tersentuh, ku rasakan sesak
Mataku panas, mencair madu
Aku tak mengerti apapun
Kuusap perlahan sudut-sudutnya
Sesuatu bergejolak, memaksanya keluar
Suaraku tercekat terdesak oleh gumam
Pandangan terhalang, kabur meredup
Kupejam lagi, kurasakan basah
Dingin tersapu angin, menggigil
Jiwaku kembali terpanggil
Menjawab lirih sebuah desah
Tahukah engkau air yang semacam ini.?
Mengapa aku menjadi lemah.?
Siapa yang membangunkan jiwaku.?
Diam, dengarkan.!
Jiwamu masih di sini, menunggu
Diam, rasakan.!
Jiwamu tertatih merengkuh hidup
Diam, lihatlah.!
Kau masih bersamanya, mencairkan mata
Bulir itu membawaku terpejam
Hanyut, larut dalam fatamorgana
Terbang dihembus mimpi
Kudengar mereka menamainya
Sebuah pertanyaan masih tertinggal
Apa arti menangis dan air mata.?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar