Label

Kamis, 04 April 2013

Other Soul


Aku terguncang. Hasrat yang dulu memenuhi jiwa kini kembali membuncah. Haruskah aku menurutinya? Padahal aku sudah berjanji untuk berhenti sejenak. Aku harus focus pada apa yang sedang ku jalani saat ini. Tapi ia begitu kuat. Menyeretku kembali ke masa lalu. Ia membayangiku dengan kenangan yang manis. Kenangan di saat aku bisa melarikan diri dari dunia yang begitu indah, dari dunia yang mengekang dan mengurungku dalam keluasannya. Aku merasakan kehadiran orang lain, tanpa harus bersamanya. Aku merasakan ada rasa pertemanan dan kekeluargaan tanpa ada perjumpaan. Inikah rasa bahagiaku?
Aku bagaikan dalam sebuah kapal. Kapal tua yang rapuh dan banyak lubang menjadi pijakanku. Layarnya yang hitam dan koyak tak dapat dilipat ataupun terentang lebar. Dan di depan sana, aku sedang melihat awan hitam bergulung menawan. Angin sejuk melintas menyapu rambut dan menghempas tubuhku. Badai datang menyambut layar kapalku. Bagaimana aku harus mengendalikan kapal ini agar bisa selamat? Apakah aku hanya perlu melompat dan meninggalkan kapalku? Atau aku akan diam saja dan membiarkan apapun terjadi menimpaku sesuai takdir?
Aku tahu. Tak akan ada satu orang pun yang bisa membantuku di saat seperti ini. Hanya otak jernih dan sedikit jiwa yang tenang, yang bisa menemukan titik bercahaya jauh di depan badai gelap. Namun, sayangnya otak sedang berkabut dan jiwa telah panic. Adakah yang bisa menebak akhir dari kisah ini? Jika jawabnya adalah Tuhan, maka tak ada usaha apa pun yang akan dicoba. Aku ingin mencoba segalanya. Lelah tubuhku sendirilah yang kini menjadi hambatan.
Adil. Mungkin sebagian orang putus asa akan menyatakan bahwa Tuhan tidak adil. Tetapi menurutku, ini sangatlah adil dalam kehidupanku. Adil bukan berarti sama rata. Itulah peganganku. Walau terkadang masih saja pikiran terlintas mengenai ketidakadilan. Aku tetap menelan semua keluhku. Hanya membicarakan pada beberapa orang yang terdekat saja.
Tulisan ini hanyalah sedikit dari beban pikiran dan jiwa yang ku lepaskan. Yah, mungkin aku bukan penulis hebat yang menulis dengan indah. Tetapi, apakah seseorang tidak boleh menumpahkan isi pikirannya ke dalam tulisan? Apakah hanya tulisan berseni yang bisa dipamerkan? Apakah yang dipublikasikan pada orang banyak harus sesuatu yang bersifat umum? Apakah hal pribadi tidak layak untuk dimengerti orang banyak?
Dear, my soul

Tidak ada komentar:

Posting Komentar